The Maze Runner Book Review
“Jangan putus asa, Chuck. Kita akan memecahkan masalah ini, keluar
dari sini. Aku sekarang seorang Pelari – aku berjanji atas nama hidupku, aku
akan mengembalikanmu ke kamarmu. Membuat ibumu berhenti menangis.” – Thomas.
Setiap hari mereka harus berlari. Menyusuri
lorong Maze yang berkelok-kelok di luar dinding Glade, tempat mereka tinggal,
hingga senja tiba. Dan, ketika kegelapan turun, para pelari harus sudah ada di
dalam Glade. Ya, pada saat itulah Griever, monster buas dan ganas, tak segan
menerkam siapa saja yang masih berkeliaran di dalam Maze.
Mereka bukan sekedar berlari. Itu cara mereka
bertahan hidup. Dengan berlari mereka berharap menemukan jalan keluar dari
tempat terkutuk itu. Keluar untuk kembali pulang menjumpai keuarga mereka.
Namun, lintasan Maze selalu berubah-ubah dari hari ke hari. Rasanya, mustahil
bisa keluar dari tempat itu.
Suatu hari pintu batu pelindung mereka tak
lagi turun menutup. Griever-griever itu bisa menyeruduk masuk kapan saja.
Setiap hari, satu anak dibawa pergi dan lenyap. Satu-satunya jalan adalah
bergegas keluar dari tempat itu. Beranikah para pelari berari keluar dengan
nyawa sebagai taruhannya? Atau, akankah justru lebih baik tetap berada di dalam
menanti pencabut nyawa sambil berharap mukjizat datang tiba-tiba.
Novel ini menceritakan tentang usaha para
Gladers dalam mencari jalan keluar dari Maze. Gladers adalah tim yang terdiri
dari para anak laki-laki yang tinggal dalam tempat dinamai Glade. Dengan tokoh
utama bernama Thomas, pembaca akan menemukan kejadian-kejadian ganjil dalam
Glade, misalnya Glader yang disengat Griever, monster buas yang senantiasa
menerkam manusia ketika malam tiba. Kejadian ganjil lainnya adalah kemunculan
gadis bernama Teresa dalam Glade.
Suatu ketika
penutup Glade terbuka. Hal ini merupakan teror bagi Glader akan kemunculan
Griever. Thomas, bersama teman-teman lainnya, Minho dan Newt, berusaha mengajak
Glader lain untuk segera meninggalkan Glade dan Maze apa pun risikonya.
Novel pertama dari seri The
Maze Runner ini dipenuhi dengan kata ‘berlari’, sehingga
mampu membawa pembaca untuk merasakan keseruan yang ada dalam Maze. Alur yang
digunakan James Dashner sangat sederhana, yakni alur maju, jarang sekali ada
alur mundur dalam seri ini. Selain itu, permainan plot yang sederhana sangat
memungkinkan pembaca mudah mengerti dan mengikuti ceritanya.
Novel yang sudah
masuk cetakan ketiga ini sudah difilmkan pada September 2014 lalu loh! Adapun
pemeran inti film The Maze Runner adalah Dylan O’Brien (Thomas), Thomas Sangster
(Newt), Kaya Scodelario (Teresa), dan Ki Hong Lee (Minho).



P kiw kiw
BalasHapusG pernah nonton si tapi ok
BalasHapusG pernah nonton si tapi ok
BalasHapusG pernah nonton si tapi ok
BalasHapussepertinya seru
BalasHapus