The Maze Runner Book Review “J angan putus asa, Chuck. Kita akan memecahkan masalah ini, keluar dari sini. Aku sekarang seorang Pelari – aku berjanji atas nama hidupku, aku akan mengembalikanmu ke kamarmu. Membuat ibumu berhenti menangis.” – Thomas. Setiap hari mereka harus berlari. Menyusuri lorong Maze yang berkelok-kelok di luar dinding Glade, tempat mereka tinggal, hingga senja tiba. Dan, ketika kegelapan turun, para pelari harus sudah ada di dalam Glade. Ya, pada saat itulah Griever, monster buas dan ganas, tak segan menerkam siapa saja yang masih berkeliaran di dalam Maze. Mereka bukan sekedar berlari. Itu cara mereka bertahan hidup. Dengan berlari mereka berharap menemukan jalan keluar dari tempat terkutuk itu. Keluar untuk kembali pulang menjumpai keuarga mereka. Namun, lintasan Maze selalu berubah-ubah dari hari ke hari. Rasanya, mustahil bisa keluar dari tempat itu. Suatu hari pintu batu pelindung mereka tak lagi turun menutup. Griever-griever itu bisa menyeruduk m...
Cari Blog Ini
Aqilla Salsabila




